Tuesday, 11 July 2017

Bahaya Memakai Perhiasan Emas untuk Laki-laki

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang cincin emas (bagi laki-laki).” (HR. Bukhari No. 5863 dan Muslim No. 2089)
Diriwayatkan dari Al Barra’ bin Azib radhiyallahu ‘anhu, bahwa ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki memakai cincin emas di tangannya, maka beliau memintanya supaya melepas cincinnya, kemudian melemparnya ke tanah. (HR. Bukhari dan Muslim)
Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertemu seorang lelaki yang memakai cincin emas di tangannya.  Beliau mencabut cincin tersebut lalu melemparnya, kemudian bersabda: “Seseorang dari kalian telah sengaja mengambil bara api neraka dengan meletakkan di tangannya. “ 
Lalu, setelah Rasulullah pergi, ada yang mengatakan pada lelaki tadi, “Ambillah dan manfaatkanlah cincin tersebut.” Ia berkata, “Tidak, demi Allah! Saya tak akan mengambil cincin itu lagi selamanya karena rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah membuangnya.” (HR. Muslim No. 2090, dari Ibnu Abbas)
Beberapa hadist diatas menyerukan kepada lelaki muslim untuk tidak menggunakan emas sebagai perhiasan. Dari sini, mulailah muncul berbagai pertanyaan. Mengapa lelaki muslim dilarang menggunakan perhiasan emas? Apa yang membuatnya dilarang? Apa emas membahayakan? Lalu apa bahaya memakai perhiasan emas?


Bahaya Memakai Emas
Setelah 14 abad berlalu, barulah kini ditemukan alasan yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas. Sebuah jawaban berdasarkan hasil penelitian dengan ilmu medis para ahli fisika dunia. Tentunya, dengan dibantu oleh kecanggihan teknologi zaman modern yang serba ada ini.

Dan siapa sangka, ternyata larangan Rasulullah pada 1.400 tahun yang lalu itu memanglah tepat. Para ahli fisika telah membuktikannya dengan sebuah hasil penelitian yang luar biasa. Ternyata, atom pada emas dapat menembus ke dalam kulit dan masuk ke dalam darah manusia. Apabila seorang pria menggunakan emas dalam jangka waktu yang lama, maka akan terjadi ‘migrasi emas’. Darah dan urine pria tersebut akan mengandung atom emas dalam kadar yang tak sewajarnya. Efek terburuknya, hal ini akan menimbulkan peyakit Alzheimer.

Alzheimer sendiri merupakan sebuah kondisi neurologis yang ditandai dengan penurunan daya ingat dan penilaian secara bertahap. Biasanya, hal ini disertai dengan perubahan kepribadian seseorang dan kemampuannya dalam mengekspresikan diri. Ini terjadi akibat kematian sel saraf di dalam otak yang mengganggu fungsi normal dari otak. Sayangnya, sampai saat ini belum ditemukan satu pun pengobatan yang efektif untuk menyembuhkan alzheimer. Sebagian besar perawatan dan intervensi hanya ditujukan untuk mengurangi gejalanya saja.

Jadi, bagi Anda seorang muslim yang mengaku beriman pada Rasulullah dan sayang pada kesehatan diri Anda, maka tinggalkanlah pemakaian emas! Karena, pemakaian emas tersebut hanya akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan tubuh Anda.

Di sini, alasan dari larangan Rasulullah melarang pemakaian emas bagi laki-laki terjawab sudah. Meski begitu, semua belumlah selesai. Muncul lagi sebuah pertanyaan, “lalu bagaimana dengan seorang wanita yang menggunakan perhiasan emas?”

Pada kesempatan yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Emas dan sutra dihalalkan bagi umatku yang wanita, namun haram bagi lelakinya.” (HR. Ahmad)
Wanita diperbolehkan? Ya.  

Mengapa demikian? Bukankah tidak adil? Begitulah kiranya beberapa pertanyaan yang sering kali dilontarkan.

Baca Juga: Bahaya Memakai Pakaian Ketat bagi Kesehatan

Jika dikaji secara lebih mendalam, tentu Rasulullah tidak akan pernah berlaku tidak adil terhadap umatnya. Semua yang beliau katakan pastilah sebuah kebenaran karena ia tak pernah berbicara dengan nafsunya.

Dan pada abad inilah pertanyaan itu juga berhasil terjawab. Menurut sebuah penelitian, emas memang tidak berbahaya bagi tubuh seorang wanita. Wanita memiliki lemak unik yang tidak dimiliki oleh seorang pria. Lemak ini dapat mencegah masuknya unsur senyawa atom besi ke dalam tubuh wanita. Atom hanya dapat menembus kulit, namun akan sulit untuk menembus lemak tersebut.

Penelitian lain menyebutkan, zat emas dapat masuk ke dalam tubuh seorang wanita dan mengalir bersama darah. Namun, zat ini tidak akan berbahaya bagi kesehatan seorang wanita. Zat tersebut akan dibuang bersama darah haid saat menstruasi.

Inilah alasan mengapa wanita diperbolehkan menggunakan perhiasan emas. Berbeda dengan pria, wanita memiliki sebuah perlindungan tersendiri terhadap bahaya memakai perhiasan emas.  

Jadi, bukankah ini sebuah bukti kebenaran Islam yang nyata?

0 comments