Tuesday, 11 July 2017

11 Bahaya Memakai Pakaian Ketat bagi Kesehatan

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Dua macam penghuni neraka yang belum pernah kulihat sebelumnya.  Orang-orang yang membawa cemeti serupa ekor sapi yang dengan itu, mereka memukuli manusia.  Dan pada wanita yang berpakaian namun telanjang.  Mereka berjalan sambil bergoyang dan berlenggak-lenggok.  Kepala mereka ibarat punuk unta yang miring.  Para wanita ini tidak akan masuk surga dan tidak akan menghirup aromanya.  Padahal sesungguhnya, aromanya tercium dari jarak sekian dan sekian.” (Mukhtashar Shahih Muslim no. 1388)

Ibnu Abdil Barr berpendapat, “Nabi shalallahu ‘alaihi wassalam berkata bahwa para wanita yang mengenakan busana tipis lagi transparan dan tidak menutup auratnya, maka secara lahir mereka berpakaian namun pada hakikatnya mereka telanjang.”
Bahaya-Pakaian-Ketat

Saat ini, pakaian ketat merupakan salah satu trend fashion yang banyak digandrungi dari berbagai usia. Tua atau muda, laki-laki atau perempuan, semua seakan kompak memilih pakaian ketat sebagai busana sehari-hari. Kebanyakan orang tidak berpikir bahwa apa yang mereka pakai selama ini merupakan salah satu ancaman bagi kesehatan tubuhnya. Pakaian yang seharusnya digunakan sebagai penutup aurat dan pelindung diri, kini mulai beralih fungsi. Ia kini lebih berperan sebagai penghias dan aksesoris untuk mempercantik diri.

Dizaman sekarang, pakaian ketat dianggap sebagai trend, modis, dan modern. Sebenarnya, pemikiran seperti itu merupakan kesalahan besar. Jika modern identik dengan kemajuan cara berpikir ilmiah dalam pengetahuan, maka seharusnya pakaian ketat harus segera ditinggalkan. Mengapa demikian? Karena, menurut banyak penelitian dibidang kedokteran, pakaian ketat dapat menyebabkan berbagai macam gangguan kesehatan.

Berikut ini beberapa bahaya pakaian ketat bagi kesehatan tubuh kita :

1. Menimbulkan Bekas Hitam Pada Kulit

Bagi Anda yang kerap menggunakan celana ketat, sebaiknya kurangi kebiasaan buruk Anda tersebut. Jika perlu, gantilah celana tersebut dengan celana yang lebih longgar. Memakai celana terlalu ketat dapat berpotensi menimbulkan bekas hitam pada kulit, terutama pada sela-sela paha. Terlebih, jika bahan pakaian yang Anda gunakan bertekstur kasar. Selain akan menimbulkan bekas hitam, ia pun juga dapat memicu luka pada kulit.

2. Menganggu Mobilitas Usus

Siapa sangka, ternyata pemakaian celana ketat tidak hanya dapat menimbulkan bekas hitam pada kulit saja. Nyatanya, ia juga mampu menggangu mobilitas dari usus. Kondisi isi akan membuat seseorang merasa tidak nyaman karena sakit pada bagian perut setelah dua atau tiga jam makan. Hal ini juga telah dituturkan oleh salah seorang internis dari Stamford, Connecticut, Dr Octaviano Bessa. Sayangnya, hampir semua orang beranggapan bahwa kondisi tersebut merupakan sakit perut biasa. Mereka tidak menyadari bahwa hal tersebut disebabkan oleh tekanan dari celana ketat yang mereka pakai.

3. Meningkatkan Risiko Ancaman Jamur

Pakaian ketat sebenarnya memang wajib untuk dihindari. Disamping tidak memenuhi syari’at, pakaian ketat juga akan membuat kulit menjadi sulit “bernapas”. Akibatnya, permukaan kulit pun menjadi lebih lembab. Hal ini tentu akan membuat jamur lebih mudah beranak pinak. Jenis jamur yang kerap ditemui adalah panu, kurap dan jamur kandida.

4. Menimbulkan Penyakit Paresthesia

Paresthesia, merupakan perasaan sakit atau abnormal seperti kesemutan, rasa panas seperti terbakar, dan sejenisnya. Dr Andradi Suryamiharia Sp.S(K), spesialis saraf di RSUPN Cipto Mangun Kusumo menjelaskan, gejala paresthesia mudah sekali untuk dikenali. Gejala paresthesia berupa rasa kesemutan yang lama-kelamaan akan berubah menjadi mati rasa. Kesemutan ini terjadi lantaran terganggunya saraf tepi, yakni saraf yang terletak di luar jaringan otak di seluruh tubuh. Umumnya, kesemutan ini terjadi akibat tertekan infeksi, dan gangguan metabolisme.

Dan siapa sangka, ternyata tekanan dari celana ketat sepinggul berpeluang besar menimbulkan penyakit paresthesia tersebut. Hal ini juga telah dituturkan oleh Dr Malvinder Parmar dari Timmins & District Hospital, Ontario, Kanada.

5. Menyebabkan Kemandulan

Para wanita hendaknya menghindari pemakaian busana yang ketat dengan tubuh, terutama saat musim dingin. Bagaimana tidak? Rahim wanita sangatlah sensitif terhadap suhu yang terlalu dingin. Sedang pakaian ketat, ia tidak mampu menjaga suhu tubuh dari serangan hawa dingin tersebut. Besar kemungkinan, hal ini akan menyebabkan masalah kemandulan.

Baca Juga : Bahaya Kencing Berdiri bagi Kesehatan

6. Memicu Penyakit Kanker Ganas Melanoma

Pakaian ketat tidak akan mampu melindungi tubuh kita dari efek buruk radikal bebas. Ancaman buruk lainnya adalah dapat memicu penyakit kanker ganas melanoma. Kenker yang satu ini merupakan jenis kanker kulit yang sangat berbahaya. Biasanya, kanker ini dimulai dengan tanda hitam pada kulit, atau tahi lalat.

7. Mengaggu Organ Reproduksi

Endometriosis, merupakan suatu gangguan yang sering kali mengakibatkan masalah keseburan pada kaum hawa. Sebuah penelitian yang dilakukan di Inggis telah menemukan penyebab dari timbulnya masalah endometriosis tersebut. Siapa sangka, ternyata masalah tersebut disebabkan oleh kebiasaan seseorang yang selalu memakai pakaian ketat dalam jangka waktu yang lama. Sel-sel endometrium (selaput lendir rahim) akan melepaskan diri dari rongga rahim dan berdiam di indung telur jika seseorang terus menggunakan pakaian ketat.

8. Meningkatkan Asam Lambung Dalam Tubuh

Bahaya memakai pakaian ketat tidak berhenti sampai di situ saja. Siapa sangka, ternyata pakaian yang terlalu ketat juga dapat memicu naiknya asam lambung dalam tubuh. Ketika Anda menggunakan pakaian ketat, maka perut akan mendapat tekanan yang terlalu besar. Hal ini dapat meningkatkan tekanan di daerah abdominal hingga berujung pada naiknya asam lambung ke kerongkongan.

9. Menghambat Peredaran Oksigen 

Jika Anda sering kali memakai pakaian yang pas dengan tubuh, maka mulai sekarang beralihlah pada pakaian yang lebih longgar. Pakaian jenis tersebut hanya akan membahayakan kesehatan Anda karena ia pun mampu menghambat peredaran oksigen  di dalam tubuh. Tak jarang, pakaian ketat juga membuat paru-paru sulit untuk mengembang. Akhirnya, hal tersebut mengakibatkan sesak napas bagi pemakainya.

10. Merusak Kualitas Sperma

Selain berbahaya untuk kesuburan wanita, pakaian ketat ternyata juga memberikan efek yang buruk bagi kesuburan pria. Kebiasaan memakai pakaian ketat dapat menurunkan kualitas sperma yang dihasilkan kaum pria. Jika seseorang biasa menghasilkan sperma 60 juta per mililiter, maka pakaian ketat dapat menurunkannya hingga 20 juta per mililiter saja.

Setelah dikaji secara mendalam, ternyata masalahnya masih terdapat pada skrotum lapisan yang melindungi organ vital. Karena sering tertekan oleh celana ketat, suhu pada skrotum menjadi tidak normal. Ini akan menyebabkan tumpukan keringat pada organ vital dan berakibat pada penurunan kualitas sperma.

Suhu udara yang kondusif untuk organ vital normalnya hingga 36,5 derajat celcius. Namun, pemakaian celana ketat dapat menaikkan suhu hingga 37 derajat celsius. Kondisi yang sangat panas ini tentu akan sangat berbahaya untuk sperma.

11. Memicu Pembekuan Pembuluh Darah

Bahaya memakai pakaian yang ketat lainnya adalah dapat memicu pembekuan pembuluh darah. Hal ini dikarenakan peredaran darah yang tidak lancar ketika Anda menggunakan pakaian ketat dengan jangka waktu yang lama.

Melihat begitu banyaknya bahaya pakaian ketat bagi kesehatan tubuh kita, ada baiknya jika kita segera meninggalkan pakaian-pakaian ‘telanjang’ tersebut. Karena, pada hakikatnya busana tersebut bukanlah sebuah bentuk dari peradaban yang berkembang atau yang biasa disebut dengan zaman modern. Jikalau pun itu benar, maka Anda tidak boleh menyangkal bahwa binatang telah berada jauh di puncak peradaban dari pada manusia.

0 comments