Monday, 18 March 2019

7 Bahaya Gorengan untuk Kesehatan Tubuh

GORENGAN adalah makanan yang diproses atau diolah melalui penggorengan. Menggoreng sendiri adalah metode memasak yang umum digunakan di seluruh dunia, temasuk Indonesia. Mulai dari masakan rumah, masakan di warung, maupun masakan restoran cepat saji, semua sudah akrab dengan metode memasak yang satu ini. Makanan yang dapat dihasilkan pun sangat beragam. Anda sendiri tentu sudah sangat mengenal kentang goreng, ikan goreng, ayam goreng, tempe goreng, dan lain sebagainya.
bahaya-gorengan

Banyak orang yang menyukai rasa gorengan. Sayangnya, mereka kurang memperhatikan apa yang telah mereka konsumsi. Gorengan sebenarnya menjadi salah satu makanan yang tinggi akan kalori dan lemak. Jika dikonsumsi secara sembarangan atau tidak wajar, tentu saja hal ini dapat menyebabkan pengaruh yang buruk untuk kesehatan.

Pada kesempatan kali ini, kami akan mengulas apa-apa saja bahaya dari makanan gorengan untuk kesehatan Anda. Kami juga akan memberikan beberapa alternatif yang lebih sehat untuk dipertimbangkan. Selengkapnya, simak ulasan kami berikut ini mengenai bahaya gorengan untuk kesehatan.

1. Tinggi Akan Kalori

Bahaya gorengan untuk kesehatan yang pertama adalah tinggi akan kalori. Dibandingkan dengan metode memasak yang lainnya, menggoreng memang dapat menambah lebih banyak kalori. Pertama, makanan yang digoreng biasanya dilapisi dengan adonan atau tepung sebelun digoreng. Kemudian, ketika makanan digoreng di dalam minyak, mereka akan kehilangan air dan justru menyerap lemak. Alhasil, kandungan kalori pun meningkat. Secara umum, makanan yang digoreng memang memiliki kalori yang jauh lebih tinggi daripada makanan yang tidak digoreng.

Misalnya saja satu kentang panggang kecil (100 gram) mengandung 93 kalori. Sedangkan ketika kentang dengan jumlah yang sama digoreng, maka ia akan mengandung 319 kalori. Contoh lainnya, 100 gram filet ikan panggang mengandung 105 kalori. Sementara jika digoreng, maka ia akan mengandung 232 kalori

2. Tinggi Lemak Trans

Lemak trans merupakan lemak yang terbentuk ketika lemak tak jenuh mengalami proses yang disebut hidrogenasi. Hidrogenasi sendiri boleh diterjadi ketika minyak dipanaskan hingga suhu yang sangat tinggi selama proses memasak. Proses ini memang dapat mengubah struktur kimiawi lemak, membutnya sulit untuk dipecah oleh tubuh Anda. Pada akhirnya, hal ini hanya akan menyebabkan masalah kesehatan bagi tubuh.

Disini, Anda juga perlu memperhatikan minyak yang Anda gunakan untuk menggoreng. Pastikan Anda tidak menggunakan minyak untuk menggoreng berkali-kali. Pasalnya, kandungan lemak trans pada minyak yang telah digunakan beberapa kali akan terus meningkat setiap kali digunakan.

Baca Juga: 34 Manfaat dan Khasiat Ikan Bandeng yang Luar Biasa untuk Kesehatan

3. Meningkatkan Risiko Penyakit

Seperti yang telah kita ketahui bersama, makanan gorengan cenderung tinggi akan kandungan lemak trans. Hal ini sangat berbahaya bagi tubuh kita jika dikonsumsi secara tidak wajar. Beberapa penelitian juga telah menemukan fakta terkait hubungan antara makanan gorengan dengan risiko penyakit kronis. 

4. Memicu Penyakit Jantung

Bahaya gorengan untuk kesehatan yang berikutnya adalah dapat memicu penyakit jantung. Hal ini pun benar adanya dan tak bisa disanggah lagi. Pasalnya, gorengan dapat meningkatkan tekanan darah dan menurunkan kolesterol HDL yang keduanya merupakan faktor risiko penyakit jantung.

Sebuah studi juga telah membuktikan jika wanita yang mengkonsumsi lebih dari satu porsi ikan goreng sepekan memiliki risiko gagal jantung 48% lebih tinggi dibanding mereka yang mengkonsumsi 1-3 porsi per bulan.

5. Menyebabkan Diabetes

Tahukah Anda? Mengkonsumsi gorengan secara berlebihan juga dapat mengembangkan resistensi insulin. Hal ini tentu sangat berbahaya untuk kesehatan tubuh kita. Karena, ini dapat berakibat pada meningkatnya risiko diabetes tipe 2.

6. Meningkatkan Risiko Obesitas

Lemak trans yang dimiliki gorengan ternyata memainkan peran penting dalam menaikkan berat badan. Lemak ini mampu mempengaruhi hormon pengatur nafsu makan dan penyimpanan lemak. Sebuah studi pada monyet membuktikan bahwa mengkonsumsi lemak trans secara signifikan dapat meningkatkan lemak perut. Bahkan ketika ia tak disertai dengan adanya kalori tambahan.

Baca Juga: 33 Manfaat dan Khasiat Tempe untuk Kesehatan

7. Mengandung Acrylamide yang Berbahaya

Acrylamide adalah zat beracun yang dapat terbentuk dalam makanan selama memasak dalam suhu yang tinggi. Seperti saat menggoreng, ataupun pada saat memanggang. Makanan bertepung seperti kentang goreng dan gorengan lainnya cenderung memiliki konsentrasi akrilamida yang lebih tinggi. 

Itulah tadi beberapa bahaya gorengan untuk kesehatan tubuh kita. Sungguh tak disangka. Ternyata, makanan ini dapat menimbulkan efek yang sangat berbahaya jika kita mengkonsumsinya secara tidak wajar atau dalam jumlah yang tinggi. Jika Anda penggemar gorengan, ada baiknya jika Anda mulai mengatur pola makan Anda. Selain itu, jangan lupa untuk menggunakan minyak yang sehat saat mengolah masakan Anda.

Jenis minyak memang dapat mempengaruhi risiko kesehatan yang terkait dengan makanan yang digoreng. Beberapa jenis minyak dapat bertahan pada suhu yang jauh lebih tinggi dibanding jenis minyak yang lain. Hal ini membuatnya menjadi lebih aman untuk digunakan menggoreng.

Beberapa jenis minyak yang baik untuk Anda gunakan adalah minyak kelapa, minyak zaitun, dan minyak alpukat. Minyak-minyak ini dapat bertahan lama terhadap panas. Bahkan, penelitian telah membuktikan bahwa kualitas minyak-minyak ini dapat bertahan setelah berjam-jam lamanya digunakan untuk menggoreng secara terus-menerus. 

Jadi, Anda benar-benar harus selektif dalam memilih minyak goreng ketika memasak. Hindari juga mengkonsumsi goreng-gorengan dari restoran cepat saji karena mereka cenderung menggunakan minyak yang tidak terlalu baik untuk kesehatan. Semoga artikel ini bermanfaat!


0 comments