Thursday, 7 November 2019

Kenali 4 Tahap Penyakit Raja Singa dan Gejala- Gejalanya!

PENYAKIT RAJA SINGA atau yang biasa juga disebut dengan sifilis merupakan infeksi bakteri menular seksual. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri T. pallidum yang ditularkan melalui kontak langsung dengan luka sifilis pada kulit dan selaput lender. Luka sifilis sendiri dapat terjadi pada vagina, anus, bibir, mulut, hingga rectum.
tahap-penyakit-raja-singa

Setidaknya, ada 4 tahapan dalam penyakit raja singa yang perlu Anda ketahui, yaitu tahap primer, sekunder, laten, dan tersier. Keempat tahapan ini memiliki cirinya tersendiri. Ciri-ciri ini dapat menentukan seberapa tingkat keparahan penyakit. Sebab itu, penting bagi kita untuk mengetahui apa-apa saja gejala dari penyakit raja singa. Sehingga, kita dapat menjadi lebih waspada dan segera menindak lanjuti jika seandainya ada dari ciri-ciri tersebut yang menjangkit tubuh kita.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai 4 tahap penyakit raja singa dan gejala-gejalanya, tak adalah salahnya jika Anda membaca ulasan kami berikut ini!

1. Penyakit Raja Singa Primer

Tahap penyakit raja singa pertama yang perlu Anda ketahui adalah tahap sekunder. Ciri dari tahap ini adalah munculnya luka kecil yang tidak menimbulkan rasa sakit, kencang, dan bulat yang disebut chancres. Luka ini biasa muncul sekitar 3 pekan setelah paparan. Chancres dapat muncul di mana saja, tergantung pada bakteri yang memasuki tubuh. Ia dapat timbul di dalam muut, alat kelamin, hingga dubur.

Banyak orang yang tidak menyadari chancres ini karena ia cenderung tidak menimbulkan rasa sakit. Meski demikian, namun chancre ini sangatlah menular. Ia mungkin dapat menghilang dalam waktu 3 hingga 6 minggu, namun jika dibiarkan terus-menerus tak menutup kemungkinan penyakit ini justru berlanjut ke fase berikutnya.

Baca Juga: Obat Herbal Diabetes Ada di Sekeliling Kita

2. Penyakit Raja Singa Sekunder

Beberapa pecan setelah timbulnya chancre, seseorang yang telah mengalami sifilis akan mengalami ruam yang biasa dimulai dari leher sampai pinggang, termasuk bagian telapak tangan dan telapak kaki. Pada akhirnya, ruam ini akan menyebar dan menutupi seluruh tubuh. Meski tidak menimbulkan rasa gatal, namun ruam ini biasanya disertai luka seperti kutil di mulut atau pada area genital.

Selain timbul ruam, beberapa orang mungkin juga akan mengalami kerontokan rambut, demam, nyeri otot, sakit tenggorokan, penurunan beratbadan, kelelahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan sakit kepala. Gejala-gejala ini dapat hilang timbul selama setahun. Namun, tentu hal ini harus segera ditindak lanjuti sebelum siifilis menjadi semakin parah.

3. Penyakit Raja Singa Laten

Tahap penyakit raja singa yang ketiga adalah tahap laten. Pada tahap ini, tubuh akan memendam penyakit tanpa gejala selama bertahun-tahun. Tidak ada gejala-gejala yang pasti dalam tahap ini. Namun, bakteri tetap ada di dalam tubuh penderita sifilis. Tahap ini berlangsung lama hingga akhirnya ia berkembang menjadi sifilis tersier.

4. Penyakit Raja Singa Tersier

Inilah tahap penyakit raja singa yang paling parah, yaitu tahap tersier. Ada sekitar 15%-30% penderita raja singa yang tidak mendapatkan pengobatan akan mengalami komplikasi yang dikenal sebagai sifilis terlambat atau sifilis tersier ini. Tahap ini muncul  setelah periode laten dimana tidak ada gejala sama sekali.

Sifilis tersier inidapat mengancam jiwa seseorang. Karena, tahap ini meliputi kerusakan pada jantung, pembuluh darah, tulang, persendian, hati, serta pembengkakan jaringan luna pada tubuh. Lebih parahnya lagi, tahap ini juga akan menimbulkan komplikasi. Seperti hilang ingatan, ketulian, kebutaan, penghancuran jaringan lunak, kerusakan tulang, gangguan neurologis, penyakit jantung, hingga penyakit kejiwaan.

Baca Juga: 8 Bahaya dan Efek Samping Terapi Listrik untuk Kesehatan

Bagaimana pendapat Anda setelah membaca 4 tahap penyakit raja singa dan gejala-gejalanya di atas? Sebenarnya, pada tahap apa pun itu sifilis akan menyebar dan menyebabkan kerusakan lainnya seperti neurosifilis. Neurosifilis sendiri merupakan suatu kondisi dimana bakteri telah menyebar ke sistem saraf. Hal ini sering dikaitkan dengan sifilis laten dan sifilis tersier, namun sebenarnya ia dapat muncul kapan pun setelah tahap primer.

Dengan mengetahui apa-apa saja tahapan penyakit raja singa dan gejalanya, diharapkan kita menjadi lebih berhati-hati dan waspada terhadap penyakit menular seksual ini. Pastikan kita selalu menjaga kebersihan dan kesehatan organ seksual hingga penyakit ini tak pernah  menjangkit diri kita. Semoga artikel ini bermanfaat!

0 comments